Tugas dan Kewajiban Manusia


Allah SWT tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia.  Pastinya ada majsud dan tujuan dari setiap penciptaannya. Demikian pula dengan penciptaan kita sebagai manusia.  Manusia diciptakan sdengan sebuah maksud dan tujuan yang jelas. Jika kita mengkaji Al – Qur’an,maka jelaslah fungsi dan tugas manusia di muka bumi ini.

Berdasarkan analisa para ulama, maka dapat di simpulkan tugas manusia khususnya umat akhir jaman dan apa konsekwensinya sebagai seorang muslim.  Tugas dan kewajiban kita adalah :

  1. Sebagai Hamba
  2. Sebagai khalifah
  3. Sebagai penerus risalah Nabinya Sebagai Penyeru kebenaran

 

Agar kita lebih jelas dalam memamahami maksud dan tujuan kita di ciptakan, maka mari kita simak penjabaran tiap tugas tersebut secara terperinci.

 

  1. 1.    Manusia sebagai Hamba

 

Hamba , berarti budak atau pengikut setia.  Seorang hamba tidak memiliki apapun bahkan dirinya sendiri. Allah telah membeli harta dan diri kita dengan surga, maka ia menjadikan kita Hamba-Nya.  Seorang hamba hendaknya hanya mentaati aturan Tuannya, dan tuan kita adalah Allah SWT maka kita berkejiban untuk :

  1. Taat dan tunduk seraya beribadah hanya pada Allah saja, sebagi mana firman Nya dalam Al – Qur’an:

 

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS (4) An Nisaa : 59)

 

Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti, benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (QS (82) Al-Infithar : 13-14)

 

  1. Menjadikan Allah lebih dicintai dari siapundan apapun yang ada di muka bumi ini

 

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (QS (9) At-Taubah : 24)

 

  1. Menyembah, beribadah dan memberikan jiwa raganya hanya kepada Allah semata dengan keyakinan

 

Katakanlah: “sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.  Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS (6) Al – An’am : 162 -163)

 

  1. 2.    Manusia Sebagai Khalifah

 

Allah menciptakan kita untuk memimpin semua mahluk di dunia ini, memberikan tauladn yang baik bagi seluruh alam. Karena manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi dirinya, keluarga dan umatnya.

Firman allah dalam QS Al-Baqoroh :

 

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS (2) Al-Baqoroh : 30)

 

 

 

 

 

Nabi SAW bersabda :

  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. (Shahih Muslim No.3408)

 

Menjadi pemimpin di muka bumi ini berarti mewujudkan setiap hukum-hukum Allah di muka bumi, agar manusia mentaati Allah dan menyadari betapa Agung dan Luar Biasanya Allah. Amanah yang berat ini telah di tawarkan kepada mahluk yang lainnya, namun tiada yag sanggup menerima kecuali manusia.  Hal ini karena kebodohan manusia itu sendiri.

 

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (QS (33) Al – Ahzab:72)

 

  1. 3.    Manusia sebagai penerus Risalah Nabi sebagai Penyeru kebenaran

 

Manusia akhir zaman disebutkan oleh Allah sebagai umat terbaik, karena mereka memiliki tugas yang mulia, meneruskan risalah Nabi sebagai Penyeru kebenaran. Karena semenjak wafatnya Rasulullah SAW tak aka nada lagi nabi yang turun, namun risalah kenabian harus terus sampai ke tangan umat sampai hari kiamat.  Maka tugas menyeru kebenaran menjadi tanggung jawab umat akhir zaman

 

Katakanlah: “Inilah jalan ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS (12) Yusuf : 108)

 

Orang yang mengikuti Nabi SAW adalah orang yang bersedia mengajak manusia taat kepada Allah SWT.  Dan karena tugas inilah maka kita disebut Khairu ummat

 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

(QS 93) Ali Imran : 110)

 

Jika kita tidak melaksanakan tugas ini, maka Allah tak akan segan melaknat kita sebagaiamana Ia melaknat Bani Israil, seperti dalam firman-Nya :

 

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.” (Qs (5) Al maidah : 78 – 80)

 

Demikian serangkaian tugas dan kewajiban kita sebagai manusia, denga menyadari betapa istimewanya kita dihadapan Allah dan para malaikat, maka sudah sepatutnyalah kita mentaati Allah dengan sepenuh hati dan berupaya menjalankan fungsi kita sebagai seorang hamba, khalifah dan penerus risalah Nabi kita tercinta Muhammad SAW.

Satu gagasan untuk “Tugas dan Kewajiban Manusia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s