Ibuku Hebat….!!!


Di dunia ini tiada yang setangguh dan sehebat ibu…

Wanita Super yang membawa beban berat ± 9 kilo selama 9 bulan 10 hari dalam rahimnya, tanpa mengeluh dan menyesali.  Setiap hari dia berdo’a untuk anaknya dan berharap anaknya menjadi seorang pejuang agama-Nya.

Ibuku…saat ku kecil dahulu ia selalu mengasihi dengan cinta dan belai lembut tangan dan jemarinya yang meninabobokan kita semua. Ibu…kami selalu dibimbingnya untuk menjalani kehidupan dengan berlapang dada…

Kami bukanlah keluarga mampu yang kaya raya, namun ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dari hal terkecil ibu mengajarkan kita untuk arti kedisiplinan.  Ingat ku saat kecil dulu ia membelikan kami piring alas makan dan gelas berbeda warna ternyata belakagan kusadari tujuannya adalah untuk membiaskan kami memakai barang milik kami dan tidak memakai barang orang lain yang bukan haknya.

Saat kami remaja dulu, betapa ibu sanagt mengahawatirkan kami terjerumus pergaulan yang salah, adik ku yang sering pulang pagi membautnya tak tenang tidur malamnya.  Untungnya adikku tak terbawa arus pergaulan yang mengarah pada narkoba, walaupun rekan nongkrongnya akhirnya banayjk yang “pergi” over dosis.

Saat kesulitan menimpa kami, ia selalu berasabar, berendah diri dan mengalah untuk arti kemenangan, buah dari kesabaran.  Maklumlah orang kecil memang selalu di salahkan.  Saat kami sekolah diperantauan, dengan sabarnya beliau menengok kami dan memeberikan petuah kesabaran.

Sungguh indahnya dunia kami rasakan saat  beliau menengok kami di “Training Camp tanjungsari” saat persediaan menipis, dan makanpun hanya nasi dan goring trasi plus garam, ibu dating membawa tempe bacem, dan sayur kesukaan kami yang nikmat luar biasa….

Saat kami lulus sekolah, belaiulah orang pertama yang memotivasi dan memberikan sumbangan terbesar untuk kami,tak henti-henti beliau berdo’a, dan selalu membelikan kami Koran untuk membaca lowongan untuk kami.

Dan betapa beratnya ia melepasku untuk mengakhiri lajangku dalam kondisi menganggur….namun ibu…berkat do’amu dan tangisanmu pada-Nya kini aku sudah bisa  menjalani hidup lebih baik…

Dan betapa sedih dan hancurnya saat ia mendengar adikku dihina karena menganggur…

Namun berkat do’a dan ketulusannya, adikku bisa lulus seleksi Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pertanian, Alhamdulillah tanpa uang pelicin satu rupiah pun!!

Kini ibu masih berusaha memperjaungkan hidup dengan mengayuh sepedanya berdagang sayur keliling kampong, dan berkat kegigihannya ia bisa membeli sebuah rumah dengan DP 11 juta, haya dari dagang sayura saja….!!!

Dan sekali lagi ibu tak ingin anaknya terhina, maka ia sebutkan rumah itu milik si bungsu yang sedang belajar hidup merangkak menuju kehidupan lebih baik.

Ibu…..tak ada kata yang pantas terucap untuk berterimakasih kepadamu, kau sungguh luar biasa….

Ibu…tanpa do’amu tak mungkin kami bisa seperti sekarang ini…

Ibu… maafkan kami yang belum mampu melunasi hutang kami padamu, hutang kash sayang, hutang keikhlasan dan do’a-do’amu…

Ibu… maafkan kami yan gerkadang terlalu sibuk dengan dunia kami, dengan keluarga kami dan pekerjaan kami sehingga terkadang tak sempat menyapamu walau Cuma sebuah kalimat pendek “apa kabar bu?”

Ibu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s