BOMM….???


BOOOOM….

Ledakan terdengar menggema mengagetkan setiap jema’ah sholat jum’at di Cirebon.

Lagi-lagi BOM menteror setiap kita yang ada di negeri ini, meninggalkan luka dan kengerian yang menganga, sampai kapan kah ini akan berakhir?

Atas nama Jihad dan Kesyahidan kini banyak orang yang salah jalan mengambil jalan pintas untuk bunuh diri “terhormat”.  Apakah benar Rasulullah SAW mengajarkan demikian?

Kalo kita liat lagi sejarah Nabi Muhammad SAW  dahulu, beliau menyebarkan islam dengan kelembutan yang luar biasa, pedang dan perang dilakukan untuk jalan terakhir.

Masih ingatkah kita bagaimana kisah seorang tua yahudi yang buta, Beliau mendatangi Yahudi buta itu setiap harinya untuk menyiapkan dan memberi makan pada orang tua itu dengan tangannya yang mulia itu, bahkan karena merasa si orang tua tidak lagi mampu mengunyah, beliau mengunyahkan tiap makanan yang diberikan selembut mungkin.   Padahal setiap hari si yahudi mencaci dan memaki Muhammad  SAW Sang Nabi, ia selalu mengata-ngatai Muhammad Gila, Muhhamad tak waras, di hadapan Sang Nabi, tanpa ia tahu bahwa Sang Nabi berada di hadapannya.

Pekerjaan ini dilakukan Rasulullah SAW hingga akhir hayatntya.  Dan ketika Umar R.A menjabat khalifah, beliau meneruskan tugas ini.  Namun karena kelembutan Rasulullah tak bisa digantikan, maka si Yahudi buta tau bahwa yang memberi makan kali ini adalah berbeda, maka ia bertanya

“kemana orang yang sering memberi makan itu?”

Maka Umar berkata bahwa ia sudah tiada, si orang tua bertanya “siapa dia?”, maka umar menjawab “Muhammad Rasulllah”.

Dan saat itulah si Yahudi berkata, “saksikanlah bahwa hari ini Aku Bersaksi Bahwa Tiada Tuhan Selain Allah Dan Nabi Muhammad Adalah Utusan Allah”

Lihatlah betapa kelembutan dapat merubah seseorang yang tadinya kafir tulen menjadi muslim sejati.  Ini pelajaran penting buat kita semua, bahwa kelembutan mampu memeluluhkan batu karang dan keegoan.

Satu kisah lagi, tentang Ali Karamullah Wajhah, yang diludahi musuhnya saat di medan perang, Beliau mengejar orang tersebut hingga tersudut, maka saat pedang ingin diayunkan, Beliau menghentikannya.

Orang itu heran dan bertanya, “mengapa Kau berhenti?”, kemudian Ali menjawab, “Aku takut membunuhmu karena engkau meludahiku, bukan karena Allah”. Maka asbab prilaku Ali R.A ini orang tersebut masuk islam.

Lagi-lagi sebuah ahlak terpuji mengalahkan batu karang kekafiran, meluluhkannya dan menggantinya dengan cahaya iman.

Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi Alam semesta, islam itu indah, karena Allah menyukai keindahan, islam juga Lembut, karena Allah Maha Lembut.

Maka mari kita bertanya kepada hati kita sekarang, akankah kekekerasan dan ego, serta nafsu kita bisa menghasilkan kebaikan?

Adakah Ledakan yang dahsyat itu mendatangkan ledakan hidayah?

Ataukah jangan-jangan prilaku kita malah menyyerupai kaum Zionis yang hobi membantai muslim Palestina, karena kita merasa sebagai mayoritas?

Kalau kita memilih BOM sebagai solusi, maka Pilihlah BOMM yang berarti  (Bawa Orang Masuk Masjid)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s